Membuat Study Plan S2 Untuk Pendaftaran Universitas

Halo teman-teman!

Pada blog kali ini, aku mau sharing mengenai cara membuat study plan untuk pendaftaran S2. Isi dari study plan itu sebenarnya sesuai dengan namanya yaitu rencana studi. Namun perlu diperhatikan rencana studi untuk siapa dulu. Isinya akan sedikit berbeda ketika membuat study plan untuk universitas atau membuat study plan untuk pemberi beasiswa. Kemudian isinya juga bisa berbeda kalau study plan-nya digabung dengan motivation letter atau personal statement. Oke kita langsung bahas aja ya isi study plan itu apa aja.

Struktur Membuat Study Plan

Umumnya yang perlu dipikirkan saat membuat study plan adalah sebagai berikut (untuk mendaftar ke universitas).

  1. Mau daftar ke jurusan apa dan mengapa
  2. Sedikit latar belakang dan hubungkan dengan jurusan itu (contoh: di s1 jurusan A jadi mengerti dasar di jurusan yang dituju atau kegiatan kalian misalnya volunteer, dll)
  3. [paling penting] saat kuliah rencananya seperti apa studinya (contoh: kalian bisa jelaskan per semester atau jelaskan per tahun. tahun pertama mau ngapain, tahun kedua mau ngapain, dst)
  4. Rencana setelah lulus mau apa

Kalau syarat dokumennya ada motivation letter/personal statement, struktur study plan di atas sudah cukup kok. Tapi kalau cuma minta study plan aja, sebaiknya kita manfaatkan semaksimal mungkin. Struktur di bawah ini juga cocok untuk mendaftar beasiswa.

Struktur Membuat Study Plan + Motivation Letter

Hal yang bisa ditambahkan saat membuat study plan + motivation letter adalah

  1. Mau daftar ke jurusan apa dan mengapa. kalau tidak ada batasan bisa jelaskan rinci jurusan dan programnya belajar apa, dosen yang terkenal kalau ada, dll
  2. Sedikit latar belakang dan hubungkan dengan jurusan itu (contoh: di s1 jurusan A jadi mengerti dasar di jurusan yang dituju atau kegiatan kalian misalnya volunteer, pokoknya hal yang mendukung kita untuk daftar ke jurusan yang kita mau)
  3. [paling penting] saat kuliah rencananya seperti apa studinya (contoh: kalian bisa jelaskan per semester atau jelaskan per tahun. tahun pertama mau ngapain, tahun kedua mau ngapain, dst)
  4. [paling penting juga, terutama untuk beasiswa] Kontribusi yang bisa diberikan untuk ke negara (negara tujuan dan negara sendiri). Hal ini bisa dikaitkan dengan target penelitian kita.
  5. Jelaskan mengenai kampus yang mau dituju dan negara yang mau dituju.
  6. Rencana setelah lulus mau apa dan rencana jangka panjang kita mau gimana

Saran

Yang paling penting perhatikan batasan yang diminta. Apakah diminta maksimal 500 kata atau maksimal 3 halaman. Kemudian sesuaikan isinya dengan batasan itu. Kalau tidak ada batasan, usahakan jangan lebih dari 3 halaman (bahkan menurut aku 2 halaman saja itu sudah bagus terutama untuk kita yang masih s1). Kalau batasannya sekitar 500 kata, kita perlu membuat study plan yang pas (ringkas dan berbobot). Yes, poinnya adalah ringkas dan berbobot namun deskriptif. [Maksud aku adalah ada orang yang memberi poin-poin yang bagus, relevan, berbobot semua dan penulisannya bagus sampe 3 halaman, ini termasuk ringkas juga. Tapi ada juga yang nulis poinnya cuma satu tapi dipecah jadi 2 paragraf kan jadi tidak ringkas.]

Tips Lain

  1. Usahakan jangan menjelaskan hal negatif dari kita ya. Misalnya “walaupun saya bukan mahasiswa terbaik di kampus, tapi saya ….” atau “saya memang tidak cum laude, tapi saya adalah ketua BEM”. Kalimat seperti itu tidak membantu sama sekali dan tidak memberi dampak baik atau poin plus. Kita bisa merangkai kata-kata yang lebih baik dengan bunyi yang positif.
  2. Ingat kualitas-kualitas kalian yang tidak ada di dokumen lain (transkrip atau CV). Kalian bisa menjelaskan kualitas ini sehingga tim seleksi bisa mengetahui hal baru tentang kalian dan tentunya meningkatkan peluang kalian untuk diterima.
  3. Struktur yang aku buat lebih cocok ke jurusan bisnis atau management gitu. Kalau kalian jurusan teknik, kesehatan, dan jurusan praktikal lainnya, kalian perlu lebih rinci menjelaskan rencana penelitian dan mengaitkannya dengan isu yang ingin diselesaikan di negara (baik negara tujuan dan negara sendiri)

Teman-teman, ini dulu ya untuk post kali ini. Semoga informasi di atas membantu teman-teman semua.

Jangan lupa baca blog post aku terkait persyaratan dokumen dan pendaftaran universitas di Taiwan ya.

 

Good luck 🙂

William Wei Chandra (@williamwchandra)

7 Comments

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: