23 Pelajaran Hidup yang Aku Pelajari di Usia 23

23 pelajaran hidup yang aku pelajari di usia 23

23 Pelajaran Hidup yang Aku Pelajari di Usia 23

Hi teman-teman! Selama masa karantina ini, aku banyak sekali merenung tentang pelajaran hidup yang aku miliki. Kadang pikiran-pikiran itu bahkan bikin aku sendiri merasa down. Apa kalian mengalami dan merasakan hal yang sama? Sepertinya semakin kita memikirkan sesuatu, pikiran kita bisa menjadi semakin negatif ya. Hehe.

Dari pikiran-pikiran aku itu, aku akhirnya merangkumnya menjadi 23 pelajaran hidup yang aku pelajari di usia aku yang ke 23 ini. Aku harap teman-teman bisa mendapatkan sesuatu dari sini. Bahkan lebih baik lagi jika bisa merasa lebih baik setelah membaca post ini. Berikut 23 pelajaran hidup yang aku pelajari di usia 23. Connect with me on Instagram @williamwchandra.

1. Setiap orang hanya peduli pada diri sendiri

Hal ini didasari oleh fakta bahwa setiap orang memiliki masalah dan keresahan masing-masing. Kita punya otak masing-masing, yang hampir tiap orang juga suka banyak pikiran. Jadi ketika kamu terlalu kepikiran dengan apa yang orang lain pikirkan tentang kamu, percayalah ada kemungkinan besar mereka bahkan tidak peduli. Kepedulian orang-orang cenderung hanya di mulut saja. Setelah itu, umumnya mereka lupa dengan apa yang mereka katakan dan bahkan tidak peduli lagi. Soalnya orang lain juga punya masalah hidup sendiri. Jadi, jangan terlalu kepikiran ya.

2. Pertemanan itu ada masanya

Pertemanan kita umumnya berakhir pada masanya. Ada teman masa SD, teman masa SMP, teman masa SMA, teman masa kuliah, teman kerja, dan seterusnya. Umumnya pertemanan itu akan terhenti ketika kita lanjut ke fase berikutnya dan hanya sedikit yang bertahan hingga waktu yang lama. Jadi, kalau ada temen yang toxic yang kalian ragu mau temenin atau ngga, tinggal pikirin aja, “ntar setelah lulus juga ngga ketemu lagi”. Jadi, kalau ada yang memang terbukti toxic, langsung di cut aja hehe. Jangan tersika lama-lama karna teman yang toxic buat kamu.

3. Sering kali kita berdebat hanya karena perbedaan perspektif dan itu menghabiskan waktu

Merupakan hal yang sangat menghabiskan waktu dan menguras energi ketika kita berdebat namun sebenarnya kita satu pemahaman tapi hanya berbeda perspektif. Selama pendapat orang lain tersebut bukan hasil dari sesat pikir, ada baiknya kita setuju untuk berbeda pendapat. Perbedaan pendapat karena perbedaan perspektif merupakan hal yang sangat biasa. Belajar untuk melihat dari persepktif orang lain bisa membuat hidup kita lebih damai.

4. Hubungan dengan orang tua akan menjadi lebih seru ketika berubah menjadi pertemanan

Sejak kecil kita sangat bergantung pada orang tua. Kita selalu mendengar dan mengiyakan semua yang orang tua kita katakan. Namun seiring tumbuh dewasa, kita punya banyak pemikiran yang bisa kita diskusikan dengan orang tua. Kita tidak lagi selalu menerima semua ide dari orang tua kita karena kita sudah memiliki kemampuan untuk berpikir dan mengambil keputusan sendiri. Jadi, hubungan kita dengan orang tua kita bisa berubah menjadi pertemanan dan saling memberikan masukan.

5. Investasi pada pakaian yang bisa dipakai bertahun-tahun

Ada beberapa pakaian yang tidak akan tertinggal tren dan selalu terlihat bagus walaupun tren berganti. Pakaian seperti baju kaos putih polos, kaos grafik hitam, kemeja warna polos, kemeja flannel, celana jeans (bukan yang robek-robek). Pakaian seperti ini selalu bisa digunakan hingga bertahun-tahun. Pakaian kapsul (istilah untuk pakaian yang tidak lekang oleh waktu) bahkan bisa membantu mengurangi stress saat memilih pakaian (karna mudah di match). Selain bisa menghemat uang, pelajaran hidup ini juga bisa bikin style kita menjadi timeless hehe 😀

6. Apapun yang kamu pelajari sekarang akan bisa digunakan di masa depan, tidak ada yang sia sia

Jangan pernah merasa kamu menghabiskan waku karena mempelajari atau membaca sesuatu yang tidak terpakai saat ini, karena bisa saja informasi atau keahlian yang kamu pelajari sekarang dapat digunakan nanti. Selain itu, otak kita tidak menyimpan informasi dengan kotak-kotak. Misalnya ketika belajar menghitung, maka akan berguna ketika menemukan masalah hitungan juga. Sebenarnya tidak selalu seperti itu. Otak kita selalu membuat hubungan antar informasi yang kita simpan. Jadi informasi di ilmu yang satu, akan bisa terhubung ke ilmu yang lainnya. Jadi, jika sedang tertarik akan suatu bacaan atau keahlian, teruskan saja.

7. Kemampuan untuk menikmati hal konyol dan bodoh sangat membantu di masa-masa sulit

Meningkatkan selera humor dan menikmati hal-hal konyol dan bodoh bisa menjadi penolong saat kita sedang berada di masa-masa sulit. Terkadang ada masa dimana kita tidak bisa bercerita kepada orang lain. Mungkin karena hal yang kita alami sangat personal atau mungkin kita tidak mau membuat orang lain merasa sedih pada saat itu. Menghibur diri sendiri adalah salah satu cara paling mudah untuk melanjutkan hidup di tengah kesedihan itu. Jadi, tingkatkan selera humor ya 😀

8. Biarkan orang lain membantu kamu (walaupun kamu bisa sendiri)

Trik psikologi nih teman-teman. Orang-orang itu suka ketika mereka membantu orang lain. Ada kesenangan dan kepuasan disana. Sama halnya ketika kita membantu orang lain, rasanya jadi senang banget. Ketika mereka pernah membantu kita, kemungkinan besar mereka akan mau membantu kita lagi. Yang paling penting, jangan lupa ucapkan terima kasih dan apresiasi mereka setelah dibantu ya. Lebih bagus juga jika kita membalas bantuan mereka.

9. Bingung dengan kehidupan itu hal yang wajar

Jangan sedih, jangan takut, dan jangan merasa tertinggal ketika kamu masih bingung dengan kehidupan kamu. Seperti mau jadi apa, mau kerja apa, kapan mau nikah, dan sejuta pertanyaan lainnya. Kamu tidak sendiri dan semua itu wajar dan normal. Kehidupan kita di masa sekarang sangat berbeda dengan jaman orang tua kita. Saat ini, kita disuguhkan dengan banyak sekali pilihan karena adanya internet. Dunia ada di genggaman kita dan banyaknya pilihan hidup itu membuat kita jadi bingung. Berbeda dengan jaman orang tua kita yang belum ada internet, listrik masih susah, dan moda transportasi yang terbatas. Dengan kondisi seperti itu, rasanya menikah muda memang pilihan yang masuk akal.

10. Meminta bantuan dan bekerja sama adalah skill yang berguna seumur hidup

Tidak ada yang salah dengan meminta bantuan. Kita tidak selalu bisa bekerja sendiri. Kemampuan untuk meminta bantuan dan bekerja sama dengan orang lain itu kemampuan yang akan selalu digunakan seumur hidup, terlepas dari bidang pekerjaan kita.

11. Jangan menganggap rendah diri sendiri

Setiap manusia itu tidak dinilai dari tampilannya, statusnya, posisinya, dan sebagainya. Kita dinilai berdasarkan apa yang bisa kita berikan ke dunia, aksi kita. Ketika kita menganggap diri sendiri rendah, itu benar. Tapi ketika kita menganggap diri sendiri baik, bagus, dan percaya diri, itu juga benar. Jadi bagaimana kita melihat diri sendiri itu sangat penting. Percayalah, ketika kita membuang sampah pada tempatnya saja, kita sudah lebih baik dari banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Kita tidak selalu buruk seperti yang kita pikirkan. Cara pandang terhadap diri sendiri dapat mempengaruhi kesuksesan. Jadi, ingat pelajaran hidup ini ya.

12. Beranikan diri untuk mengambil kesempatan dan mencoba hal baru

Kesempatan yang tidak diambil atau dicoba itu kegagalan yang pasti. Ketika kita mencoba, masih ada kemungkinan untuk berhasil. Jadi, mau yang mana? Jika melihat dari perspektif ini, berani mencoba hal yang baru selalu menjadi pilihan yang tepat.

23 pelajaran hidup yang aku pelajari di usia 23
23 pelajaran hidup yang aku pelajari di usia 23

13. Berani katakan tidak

Jangan selalu ngga enakan karna umumnya setiap orang pasti ada sifat ga enakan juga. Jadi, ada kemungkinan besar mereka juga ngga enak sama kamu loh. Asal semua dikomunikasikan dengan baik dan jelas, mengatakan tidak itu ngga selalu mengerikan hehe.

14. Membandingkan diri dengan orang lain itu hanya merusak kebahagiaan

Mungkin teman-teman udah sering banget denger ini, kalau di dunia ini ngga ada orang yang sama. Di jaman sosial media pun tidak ada orang yang memperlihatkan 100% kehidupan mereka, pasti ada filternya. Jadi, membandingkan diri dengan orang lain itu cuma bikin ngga bahagia doang. Kita harus menyadari bahwa semua orang termasuk diri kita mencoba untuk menampilkan sisi baik kita di depan umum termasuk sosial media. Oleh karena itu, membandingkan diri kita dengan sisi baik orang lain itu tidak adil.

15. Jangan tertekan sama orang-orang sukses di usia muda

Banyak figur muda yang hebat yang kita kenal itu adalah outlier dan lebih sering dipublikasikan. Selain itu, privilege dan kondisi yang mereka miliki jarang sekali di publikasikan. Kita hanya tau mereka sukses di usia muda. Contohnya, Kylie Jenner. Dia berasal dari keluarga Kardashian-Jenner yang memiliki koneksi yang luas. Mark Zuckerberg, walaupun dia drop-out dari Harvard, tetap saja dia dari Harvard (salah satu universitas terbaik dunia yang semua orang tau). Selain itu, jika dibandingkan orang yang sukses dari muda dan sukses di usia tua, akan lebih banyak orang yang sukses di usia tua. Jadi, jangan terlalu tertekan dengan tekanan sosial untuk sukses di usia muda. Nikmati prosesnya.

16. Mungkin bukan kebahagiaan yang perlu dikejar, tapi perasaan disekitar kebahagiaan itu

Kebahagiaan itu sama dengan kesedihan. Bisa hilang timbul datang dan pergi. Menurut aku ada perasaan lain yang lebih baik dikejar daripada kebahagiaan. Contohnya seperti rasa puas, rasa bangga, rasa berguna, rasa terpenuhi, dll. Misalnya ketika kita berhasil lulus ujian atau membantu orang lain, kita merasa puas dan bahagia. Rasa bahagianya bisa segera hilang, tapi rasa puasnya masih terbawa hingga detik ini karena yang kita sudah lakukan tidak mungkin hilang begitu saja. Rasa puas, bangga, berguna, terpenuhi ini memberikan kita ketenangan. Menurut aku rasa tenang dalam hidup itu lebih penting daripada kebahagiaan semata.

17. Menolong orang lain, itulah networking sebenarnya

Cuma berteman di sosial media, atau terkoneksi di linkedin itu ngga ada arti apa-apanya. Networking yang paling efektif itu ketika kita membantu orang lain. Selain orang tersebut mengenal kita, mereka juga bisa melihat secara langsung hal yang sudah kita bantu dan kerjakan. Selain itu, ada rasa percaya dari mereka karna kita telah membantu mereka. Jadi selama masa kuliah, magang, dll, penting banget untuk membantu sesama teman dan atasan. Mereka akan ingat sama kamu dan jika kinerja kita bagus, mereka akan membantu kita tanpa kita minta.

18. Bagaimana kamu menyapa orang akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap kamus

Saat masih kuliah S1, aku selalu menyapa teman dengan senyum lebar dan suara yang excited (kayak ketemu mereka itu aku seneng banget). Hal itu jadi melekat sama aku. Temen-temen aku tadi selalu menganggap aku orang yang bahagia. Bahkan ada beberapa yang bilang kalau mereka jadi senang ketemu sama aku. Semua itu hanya dari cara aku nyapa mereka ketika ketemu. Coba deh.

19. Perbanyak dengar dan bertanya, kurangi bicara

Lebih banyak mendengar orang yang sedang berbicara bisa membuat kamu lebih disukai loh. Apalagi kalau kamu terlihat antusias dan sekali-sekali berinteraksi saat dia berbicara. Dengan kita yang bertanya dan tertarik sama orang lain, orang lain itu juga akan semakin tertarik sama kita. Jadi, pemikiran kita kalau lebih banyak bicara supaya orang kenal dan suka sama kita itu agak terbalik ya. Orang lain justru akan lebih menyukai kita ketika kita mendengarkan mereka.

20. Orang tua kita akan semakin tua, ingatlah mereka

Usia selalu bertambah baik kita maupun orang tua kita. Memang ada baiknya ketika kita masih muda, kita menjelajah dunia, traveling, tinggal sendiri, mengejar mimpi, dan lain-lain. Tapi selalu ingat orang tua kita juga butuh kita. Lebih seringlah komunikasi dan mengunjungi orang tua kita jika kita tinggal terpisah.

21. Hanya pinjamkan uang yang bisa kita ikhlaskan kalau uang itu tidak kembali

Sering banget denger curhat temen yang bilang temennya ngutang tapi ngga kembaliin. Trus yang ngutang malah bisa belanja ini dan itu. Nah, menurut aku sih ingetin temen bayar hutang itu pasti. Tapi aku ngga mau bikin diri sendiri stress untuk nagih hutang kayak retenir. Jadi aku cuma meminjamkan uang yang aku bisa ikhlas kalau uangnya ga bisa balik (ke sahabat sekalipun). Jadi, aku ga pernah pinjemin uang dengan nominal yang besar.

22. Menjadi lebih ramah pada diri sendiri membuat kita ramah pada orang lain.

Aku menyadari pada saat aku jerawatan, aku lebih suka perhatikan ketidaksempurnaan wajah orang lain. Aku akan cari apakah mereka ada jerawat juga atau ngga. Apa yang aku ngga suka dari diri aku akan terproyeksi saat aku melihat orang lain. Alhasil, aku jadi lebih judgmental. Kita bisa kasar ke orang lain, karna kita kasar ke diri sendiri. Jadi, mulailah untuk ramah pada diri sendiri, tanpa sadar kita akan melihat orang lain dengan penuh ramah tamah juga.

23. Berdamai dan maafkan diri sendiri

Kita melakukan banyak kesalahan, baik itu karna sengaja maupun tidak sengaja. Tidak ada gunanya menghukum diri sendiri dengan membesar-besarkan dan terus menerus mengingat kesalahan kita di masa lalu. Yang terpenting adalah kita belajar dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi.

Closing: 23 Pelajaran Hidup di Usia 23

Itu 23 pelajaran hidup yang aku pelajari di usia 23. Kalian setuju ngga? Apa ada pelajaran hidup kalian yang sama? Ada ngga pelajaran yang mau kalian bagikan juga ke aku? Kalau ada komen di bawah ya. Kita saling berbagi pelajaran hidup satu sama lain 🙂

Terima kasih sudah membaca 🙂 Bacaan lainnya:

Bullet Journal
Career

Good luck
William (@willowchand)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *